Sabtu, 19 November 2011

Pertanyaan

Kadang-kadang mata saya buram. Wajah saya pasi membeku. Sulit untuk menutup telinga ketika merasakan segala sesuatu tidak lagi menjadi baik, dan hanya ingin melarikan diri.
Mungkin ketika seseorang datang menyandang senasihat, saya hanya lebih berpikir apa yang dibuatnya, apa tidak merasakan hal serupa? Apa mereka orang yang baik untuk berpura-pura? Kami mungkin sadar, tidak ada yang mampu berdiri satu kaki sampai yang tidak punya kaki yang tetap masih bisa berdiri sekalipun, kami perlu berbicara. Apa tidak ingin menjadi nyaman ketika ada hal yang perlu untuk dibagikan? Maksudnya, tidakkah seharusnya bersahabat akan menjadikan kami lebih kuat? Kenapa harus ada yang diuntungkan kalau itu membuat hati tidak bahagia? Apa mereka akan melakukan hal serupa?
Kadang menjadi gagah adalah hal yang perlu, tapi haruskah sampai menohok layaknya jin yang suka menghasut wanita lalu dijebloskan masuk ke neraka? Siapa yang jadi sial? Jadi siapa yang lebih rusak matanya? Sampai katarak, gendang telinganya mau pecah, rongga dadanya berkabut sampai batuk-batuk, kemudian hatinya tidak bekerja lagi. Apa mereka tidak pernah menangis? Sebenarnya, apa yang mereka mau dari dunia ini? Buat apa pura-pura lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar