Yang indah itu akan datang. Pasti datang. Datang.
Yang indah itu kadang-kadang. Dan indah itu cinta. Basi.
Itu cuma buat mereka. Dan sebuah pertanyaan, apakah mereka pernah mencintai ibunya?
Kamu tahu apa itu degup jantung? Bukan.. Bukan grogi. Melainkan apa yang biasa diterka-terka. Benar kan?
Kalau mengenai aku di dekatmu, aku hanya ingin jadi tenang. Bukan.. Bukan mengenai kamu duduk sambil sama sekali tidak buat gaduh. Bukan mengenai kamu duduk melihat satu titik hingga malah muncul banyak pertanyaan. Aku cuma mau bersyukur, lalu jadi tenang. Bersyukur karena di dalamnya masih ada yang mampu tertawa sampai puas sampai aku ketularan. Bersyukur karena sedang ada sederet irama nafas menyerupai tertawaan sambil kelihatan giginya. Bersyukur karena masih ada mata yang tertawa meskipun bibirnya cuma bisa menyungging. Bersyukur meskipun di bagian ini latar dibuat menjadi demikian sunyi tapi masih ada nafas yang mampu terbaca, dia cuma sedang senang. Dan bersyukur masih ada yang memperhatikan aku ketika sedang nyenyaknya tidur di dalam bus kota. Mengerti maksudku?
Kalau perihal cinta yang tadi, aku bukan jagoannya. Kalau sedang melamun, yang sering dipikirkan, bagaimana cara menyusunnya supaya indah lalu kelihatan sempurna. Sulit, ya? Memang. Dan masih sering muncul sampai sekarang pertanyaan itu. Dan aku berani-beraninya membuat tulisan, bukan berarti aku sudah tahu apa yang mesti dilakoni.